Kawal Tata Kelola Transparan, Kepala MTsN 13 HST Siap Sukseskan Sensus BMN 2026
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Hapiz Al Ansyari
Kawal Tata Kelola Transparan, Kepala MTsN 13 HST Siap Sukseskan Sensus BMN 2026
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Hapiz Al Ansyari
Banjarmasin (MTsN 13 HST) — Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Hulu Sungai Tengah (HST), Bapak Hapiz Al Ansyari, S.Pd., mengikuti kegiatan Evaluasi dan Pelaporan Capaian Kinerja Triwulan III dan Sensus Barang Milik Negara (BMN) Tahun 2026. Kegiatan yang mempertemukan seluruh Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan MTsN se-Kalimantan Selatan ini dilangsungkan di Hotel Nasa Banjarmasin pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan strategis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur realisasi program kerja dan capaian kinerja satuan kerja (satker) selama triwulan ketiga, sekaligus memastikan pendataan aset negara berjalan tertib melalui Sensus BMN 2026. Evaluasi ini menjadi langkah krusial dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang transparan, mandiri, dan akuntabel sesuai dengan visi Kementerian Agama.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Drs. H. Muhammad Tambrin, M.MPd. Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh jajaran madrasah, seraya meneladankan semangat kerja tak kenal lelah dari Menteri Agama RI.
"Beliau (Menteri Agama) saja Zoom dengan Kepala Pondok jam 3 malam, setelah shalat Subuh langsung ceramah. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kita memang lebih banyak, tetapi kita harus mampu menjaga akuntabilitas keuangan meskipun dengan anggaran yang minim," ujar Kakanwil.
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan tiga poin penting kepada seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan satker. Pertama, perlunya menyelaraskan capaian kinerja dengan skala prioritas program Kemenag pusat maupun wilayah. Kedua, seluruh aset negara seperti gedung, laboratorium, dan ruang kelas wajib tercatat valid dalam Sensus BMN. Ketiga, kewajiban satker untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Senada dengan Kakanwil, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah, Abdurrahman, S.Ag., M.M., turut memberikan sejumlah penekanan. Ia menginstruksikan agar setiap program dievaluasi secara terukur, tidak sekadar laporan kegiatan, melainkan memuat data, capaian, kendala, hingga solusi.
"Kita harus terus meningkatkan program secara akuntabilitas satuan kerja. Madrasah harus mandiri, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, terkait Tindak Lanjut (TL) dari Kementerian Agama RI, saya minta segera dituntaskan, jangan sampai ada yang menggantung," tegas Kabid Penmad.
Beliau juga mengajak seluruh kepala madrasah untuk menganalisis laporan kinerja secara jujur demi mengetahui letak kelemahan dan kekuatan satker, serta segera mendata aset BMN secara akurat untuk Sensus 2026.
Usai sesi pengarahan dari pimpinan, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman dan teknis pelaksanaan Sensus BMN yang dikoordinasikan langsung oleh Bapak Rhoma Wijaya bersama Tim Kerja Keuangan dan BMN Kanwil Kemenag Kalsel.
Menanggapi berbagai arahan tersebut, Kepala MTsN 13 HST, Hapiz Al Ansyari, S.Pd., menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti hasil kegiatan ini di madrasah yang dipimpinnya.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami di MTsN 13 HST untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas manajerial. Kami akan segera menganalisis capaian kinerja triwulan ketiga secara objektif bersama tim di madrasah. Selain itu, kami juga berkomitmen memastikan seluruh aset madrasah terdata dengan akurat dan tervalidasi pada Sensus BMN 2026 ini, sebagai wujud tata kelola madrasah yang bersih, transparan, dan akuntabel," pungkas Bapak Hapiz.