Kepala MTsN 13 HST Hadiri Pengembangan Kompetensi dan Pelantikan KKMTs Kalsel, Kemenag Tekankan Tiga Jati Diri Madrasah
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Hapiz Al Ansyari
Kepala MTsN 13 HST Hadiri Pengembangan Kompetensi dan Pelantikan KKMTs Kalsel, Kemenag Tekankan Tiga Jati Diri Madrasah
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Hapiz Al Ansyari
Banjarbaru (MTsN 13 HST)— Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat sinergi antarlembaga, Kepala MTsN 13 Hulu Sungai Tengah (HST), Hapiz Al Ansyari, S.Pd., mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Kepala Madrasah Tsanawiyah, sekaligus pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan pelantikan pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan berskala provinsi ini diselenggarakan selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 5-6 Oktober 2026, bertempat di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala MTsN se-Kalimantan Selatan yang tergabung dalam keanggotaan KKMTs.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas manajerial dan kepemimpinan para Kepala Madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Selain itu, pelantikan pengurus KKMTs diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang solid untuk memajukan madrasah di Kalsel, sementara pembukaan OMI menjadi momentum penting untuk menjaring dan mengembangkan potensi serta prestasi akademik maupun non-akademik murid madrasah.
Prosesi pembukaan acara berlangsung khidmat dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Drs. H. Muhammad Tambrin, M.MPd. Turut mendampingi dalam peresmian pembukaan OMI tingkat provinsi tersebut adalah Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah, Abdurrahman, S.Ag., M.M.
Dalam sambutannya yang menginspirasi, Kabid Pendidikan Madrasah, Abdurrahman, S.Ag., M.M., menekankan tiga pesan utama yang harus menjadi pegangan bagi seluruh pimpinan madrasah:
Transformasi Kecerdasan: "Dunia pendidikan sudah berubah. Tidak cukup hanya IQ yang cerdas otak, EQ yang cerdas emosi, SQ yang cerdas spiritual. Hari ini kita wajib memiliki Kecerdasan Ekoteologi, yaitu kecerdasan yang menghubungkan iman dengan kelestarian alam. Di madrasah, kita ajarkan fikih sampah, fikih air, fikih lingkungan. Ini adalah wajah Islam rahmatan lil 'alamin yang sesungguhnya."
Jati Diri Madrasah: "Madrasah harus menunjukkan ciri khasnya. Ciri khas itu bukan di spanduk, tapi di perilaku. Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) harus menjadi uswatun hasanah. Muridnya harus menunjukkan akhlakul karimah di mana pun berada. Terapkan dengan sungguh-sungguh, istiqomah, bukan musiman."
Yakinkan Orang Tua: "Jangan biarkan orang tua berpikir madrasah itu pilihan kedua. Katakan kepada mereka, jangan sekolahkan anak hanya untuk mengejar keduniaan. Karena justru dari rahim madrasah inilah lahir pemimpin bangsa. Banyak Menteri dan pejabat tinggi negara hari ini adalah alumni madrasah, karena mereka tidak hanya cerdas dunia, tapi juga kuat akhiratnya."
Menanggapi arahan tersebut, Kepala MTsN 13 HST, Hapiz Al Ansyari, S.Pd., menyampaikan komitmen dan kesiapannya untuk membawa nilai-nilai tersebut ke lingkungan madrasah yang dipimpinnya.
"Pesan dari Bapak Kabid hari ini sangat relevan dengan visi madrasah kita ke depan. Di MTsN 13 HST, kami siap untuk mengintegrasikan konsep Kecerdasan Ekoteologi dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan murid sehari-hari. Kami ingin lulusan MTsN 13 HST tidak hanya unggul secara prestasi melalui ajang seperti OMI ini, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan hidup dan berkarakter kuat. Kami akan terus berupaya meyakinkan masyarakat bahwa madrasah adalah tempat terbaik untuk mencetak generasi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia," tegas Hapiz.
Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan berbagai sesi materi pengembangan kompetensi dan rapat kerja awal kepengurusan KKMTs yang baru, guna menyusun program strategis pendidikan madrasah di Kalimantan Selatan ke depannya.