Respon dan Tindak lanjut Rapat Koordinasi, MTsN 13 HST Gotong Royong Sterilkan Ruang Belajar Dampak Debu Karhutla
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Bainah
Respon dan Tindak lanjut Rapat Koordinasi, MTsN 13 HST Gotong Royong Sterilkan Ruang Belajar Dampak Debu Karhutla
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Bainah
Barabai (MTsN 13 HST) – Menindaklanjuti kondisi udara dan lingkungan yang terdampak debu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), madrasah melaksanakan kegiatan gotong royong sterilisasi dan pembersihan ruang kelas beserta pelatarannya pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kegiatan yang difokuskan pada area kelas 7 hingga kelas 9 ini merupakan bentuk respons cepat madrasah berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual yang diselenggarakan pada Senin (12/10) lalu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan higienitas ruang belajar, mencegah potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memastikan murid dan guru dapat melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam suasana yang bersih, sehat, dan nyaman terbebas dari partikel debu berbahaya.
Sebelum aksi bersih-bersih dimulai, seluruh murid kelas 7 hingga 9 dikumpulkan di musala madrasah untuk menerima arahan teknis dan pembagian tugas. Pengarahan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, Bapak Muhammad Wahyudi, S.Pd., selaku koordinator kegiatan.
Setelah pengarahan, seluruh warga madrasah bergerak serentak. Proses sterilisasi dilakukan secara menyeluruh dengan metode penyiraman air, penyikatan, hingga pengurasan dan pengepelan lantai di dalam kelas maupun di area pelataran. Langkah ini dinilai paling efektif untuk mengangkat sisa-sisa debu karhutla yang menempel pekat pada lantai dan perabotan kelas.
Kepala MTsN 13 HST, Bapak Hapiz Al Ansyari, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kekompakan seluruh warga madrasah dalam merespons situasi lingkungan saat ini.
"Kesehatan dan keselamatan warga madrasah adalah prioritas mutlak kami. Debu karhutla ini dampaknya sangat tidak baik bagi pernapasan anak-anak. Oleh karena itu, sterilisasi ruang kelas ini adalah langkah antisipatif dan preventif yang harus segera kami eksekusi agar lingkungan madrasah kembali steril dan layak digunakan untuk proses pendidikan," tegas Bapak Hapiz.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Muhammad Wahyudi, S.Pd., selaku koordinator lapangan, menjelaskan kelancaran proses kegiatan berkat kerja sama yang solid.
"Sesuai dengan instruksi rapat virtual kemarin, hari ini kita memfokuskan pembersihan pada area yang paling sering berinteraksi dengan murid , yakni ruang kelas 7, 8, 9 beserta terasnya. Alhamdulillah, anak-anak dan para wali kelas sangat proaktif. Proses penyikatan dan pengurasan lantai berjalan cepat sehingga debu yang membandel bisa dibersihkan secara maksimal," ungkapnya.
Dari sudut pandang murid , kegiatan ini dinilai sangat positif dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 13 HST yang juga merupakan murid kelas 9, Sophia Rushada, turut membagikan antusiasmenya.
"Beberapa hari terakhir debu karhutla memang cukup mengganggu kenyamanan kami di madrasah. Melalui gotong royong hari ini, kami tidak hanya membuat kelas menjadi bersih dan wangi kembali, tapi juga belajar tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Sekarang kami merasa jauh lebih aman dan nyaman untuk belajar di kelas," ujar Sophia.
Dengan selesainya kegiatan sterilisasi ini, MTsN 13 HST berharap kualitas udara di wilayah Hulu Sungai Tengah dapat segera membaik, sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat terus berjalan optimal tanpa bayang-bayang dampak buruk karhutla.