MTsN 13 HST Hadiri Sosialisasi Program PELITA, Siap Dukung Akselerasi Pendidikan di Hulu Sungai Tengah
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Muhammad Wahyudi
MTsN 13 HST Hadiri Sosialisasi Program PELITA, Siap Dukung Akselerasi Pendidikan di Hulu Sungai Tengah
Tim Humas MTsN 13 HST
Foto Muhammad Wahyudi
Barabai (MTsN 13 HST)— Demi mewujudkan transformasi dan inovasi pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), MTsN 13 HST turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan "Sosialisasi Program PELITA (Pembentukan Lembaga Kursus dan Pelatihan Murakata Student Learning & Support Centre untuk Inovasi, Transformasi, dan Akselerasi)" pada Senin (05/10/2026). Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Yudha Lalana, Dinas Pendidikan Kabupaten HST.
Program PELITA ini digagas dengan tujuan utama untuk mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten HST melalui penyediaan pusat pembelajaran dan pelatihan di luar jam sekolah. Kehadiran lembaga kursus ini diharapkan mampu memfasilitasi minat dan bakat murid, memperkuat kecakapan literasi dan numerasi, serta mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing global, khususnya melalui penguasaan bahasa asing.
Sosialisasi ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan. Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, H. Muhammad Anhar, S.STP., ME., Pengawas Madrasah KanKemenag HST, H. Ahmad Asmaji, S.Pd., M.M., serta seluruh Kepala MTs, MA, SMA, dan SMK se-Kabupaten HST. Dari pihak MTsN 13 HST, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, Muhammad Wahyudi, S.Pd.
Proses kegiatan diawali dengan pemaparan visi dan arah gerak Program PELITA oleh Dinas Pendidikan, dilanjutkan dengan sesi diskusi antar instansi untuk mematangkan konsep integrasi pembelajaran antara pendidikan formal di sekolah/madrasah dengan program pelatihan di lembaga kursus yang akan dibentuk.
Kepala Dinas Pendidikan HST, H. Muhammad Anhar, S.STP., ME., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas tanpa pandang bulu.
"Kita perlu memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas. LK (Lembaga Kursus) ini dibangun untuk semua, tidak peduli latar belakang keluarga dan pendidikannya apa. Pentingnya bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia," tegas beliau.
Sinergi yang kuat antara pendidikan umum dan madrasah juga terlihat nyata dalam kegiatan ini. Pengawas Madrasah KanKemenag HST, H. Ahmad Asmaji, S.Pd., M.M., menyatakan dukungan penuh dari Kementerian Agama.
"Kami dari Kemenag pasti memiliki tujuan yang sama dengan Kemendikdasmen, yakni sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Maka dari itu, Kemenag siap mendukung program-program yang diadakan oleh Kemendikdasmen," tutur Bapak Asmaji.
Mewakili MTsN 13 HST di tempat acara, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, Muhammad Wahyudi, S.Pd., melihat program ini sebagai peluang emas bagi para peserta didik.
"Program PELITA ini sangat sejalan dengan tuntutan kurikulum modern. Fasilitas kursus, terutama fokus pada bahasa Inggris, akan sangat membantu murid-murid kita. Kami di bidang kurikulum akan segera menyusun strategi agar murid MTsN 13 HST bisa tersosialisasi dengan baik dan memanfaatkan program luar biasa ini untuk pengembangan diri mereka," ungkap Bapak Wahyudi.
Dihubungi secara terpisah, Kepala MTsN 13 HST, Bapak Hapiz Al Ansyari, S.Pd., memberikan apresiasi dan komitmen penuh madrasah terhadap program inovatif tersebut.
"MTsN 13 HST siap menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Hulu Sungai Tengah. Inovasi melalui Murakata Student Learning & Support Centre ini merupakan akselerator yang tepat. Kami tidak hanya berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak mulia secara spiritual, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan abad 21 agar mampu bersaing di tingkat global. Sukses selalu untuk Program PELITA!" pungkas Kepala Madrasah.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, diharapkan pendidikan di Kabupaten HST, termasuk di MTsN 13 HST, akan semakin maju, merata, dan berkualitas tinggi.